Jumat, 21 Maret 2014

pempek mie telur


Bahan:
250 g ikan tenggiri, haluskan
1/2 sdt kaldu ayam bubuk
1 sdt garam
50 ml air es
125 g tepung tapioka
6 butir telur puyuh, rebus, kupas
air untuk merebus
minyak untuk menggoreng
Bahan kuah:
150 g gula merah
5 buah cabai rawit merah, haluskan
1 sdm cuka masak
1 sdm bawang putih parut
1 sdt garam
300 ml air
Bahan pelengkap:
100 g mie telur, rebus hingga matang, angkat, tiriskan
1 buah mentimun, potong kotak kecil
1 sdm ebi, sangrai, haluskan

Cara membuat:
1. Kuah: Didihkan air. Masukkan gula merah, cabai rawit merah, bawang putih parut, dan garam. Didihkan kembali. Tambahkan cuka masak, angkat, sisihkan.
2. Campur ikan tenggiri, air es, kaldu ayam bubuk, dan garam. Aduk rata.
3. Tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Bagi adonan menjadi 6 bagian.
4. Ambil satu bagian adonan, pipihkan, isi dengan telur puyuh, bulatkan.
5. Ulangi langkah no 4 hingga adonan dan telur puyuh habis.
6. Didihkan air, masukkan pempek hingga mengapung dan matang. Angkat, tiriskan, dinginkan.
7. Panaskan minyak, goreng pempek di atas api sedang hingga berwarna kuning keemasan. Angkat, tiriskan.
8. Sajikan pempek bersama kuah dan bahan pelengkap.

Nasi uduk beras merah






Bahan:
250 g beras merah, cuci bersih, tiriskan
350 ml santan, dari 1 butir kelapa
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
1 batang serai
1 sdt garam
Bahan sambal:(haluskan)
8 buah cabai rawit
1 buah cabai merah besar
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 buah tomat
1/4 sdt terasi bakar
1 sdt garam
1 sdm gula pasir
Bahan pelengkap:
ayam goreng
tahu goreng
tempe goreng
bawang merah goreng
irisan tomat
irisn mentimun
irisan kol
daun kemangi

Cara membuat:
1. Kukus beras merah hingga setengah matang kurang lebih selama 25 menit, sisihkan.
2. Campur santan, daun salam, daun jeruk, serai, dan garam. Aduk rata, didihkan.
3. Masukkan beras merah, masak di atas api kecil hingga santan terserap habis.
4. Kukus kembali hingga nasi benar-benar matang, angkat.
5. Penyajian: Tata nasi uduk beras merah dan bahan pelengkap di atas piring saji, hidangkan bersama sambal.

Nasi Bakar Ayam


Bahan:
200 g daging ayam, potong dadu
50 g wortel, potong dadu kecil
50 g jagung manis pipil
50 g kacang polong
500 g nasi putih
100 ml santan
2 batang serai, memarkan
2 lembar daun jeruk
minyak untuk menumis
daun pisang
tusuk gigi
Bumbu halus:
6 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
1/2 sdt gula merah
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk


Cara membuat:
1. Panaskan minyak. Masukkan bumbu halus, serai, dan daun jeruk. Tumis hingga harum.
2. Masukkan ayam, aduk-aduk hingga ayam berubah warna.
3. Tambahkan wortel, jagung manis pipil, dan kacang polong. Aduk-aduk.
4. Masukkan nasi putih dan santan, masak hingga semua bahan matang.
5. Ambil selembar daun pisang, beri 4 sdm nasi ayam, bungkus seperti lontong, semat ujung-ujungnya dengan tusuk gigi. Ulangi hingga nasi habis.
6. Bakar nasi ayam hingga daun pisang berwarna kecoklatan dan harum.
7. Angkat, sajikan hangat.

Tips Sukses Membuat Bolu Kukus


Bolu kukus merupakan jenis kue tradisional Indonesia yang rasanya manis, gurih, dan teksturnya lembut seperti kapas. Daya tarik kue ini adalah tampilannya yang merekah sehingga mengundang selera bagi yang melihatnya.
Walaupun bahan yang digunakan dan cara membuatnya cukup sederhana, namun tak jarang orang gagal dalam membuatnya. Kegagalan yang sering dialami adalah tidak merekah atau gundul, serta teksturnya keras atau bahkan bantat.
Membuat bolu kukus memang gampang-gampang susah, tetapi apabila sudah terbiasa pasti akan berhasil.

Agar bolu kukus merekah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Pengukuran bahan yang tepat sesuai resep.
2. Penggunaan jenis bahan yang berkualitas dan sesuai resep.
3. Untuk mendapatkan kondisi merekah yang hingga jatuh, bahan cair yang digunakan sebaiknya air soda manis.
4. Gunakan air soda yang baru dibuka dan jangan yang telah dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
5. Mengocok adonan harus hingga mengembang dan kental.
6. Adonan yang akan dituang ke dalam cetakan harus benar-benar kental (warnanya putih, tekstur layaknya batik bekas baling-baling miksernya terlihat jelas dan jika diangkat/diambil dengan sendok tidak jatuh) agar merekahnya maksimal.
7. Pilih cetakan bolu kukus yang terbuat dari logam dengan tepi berlubang dan bagian bawah berupa baling-baling.
8. Cetakan berbahan plastik juga dapat digunakan asalkan panci pengukusnya benar-benar panas saat adonan dimasukkan.
9. Untuk paper cup, pilih yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu tebal, agar kue merekah maksimal.
10. Saat mengukus, gunakan kukusan dengan lubang yang besar, atau yang biasa dikenal dengan sebuatan langseng.
11. Untuk kukusan yang berlubang kecil, gunakan api yang besar.
12. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga penuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
13. Kukus adonan secukupnya, jangan terlalu banyak, harus ada jarak satu sama lain, pastikan ada ruang untuk uap panas naik ke atas agar adonan matang dan merekah.
14. Panaskan kukusan hingga benar-benar panas, gunakan api besar saat mengukus.
15. Saat mengukus, kukusan harus ditutup rapat dan tidak boleh dibuka hingga adonan matang, agar hasilnya sempurna.
16. Bungkus tutup kukusan dengan kain atau lap bersih agar uap air panas tidak menetes pada adonan.
17. Setelah adonan matang, agar tidak basah atau lembab, segera lepaskan kue dari cetakan dan letakkan di atas rak kawat.
18. Setelah dingin, simpan kue dalam wadah kedap udara dan tutup rapat agar tidak cepat kering.
19. Bagi pemula disarankan mencoba membuat adonan sesuai resep yang ada, jangan dipecah atau diganti-ganti bahannya.

Pai Apel Kismis

Bahan kulit:
300 g tepung terigu
150 g margarin
50 g gula tepung
2 kuning telur
2 sdm air es
Bahan isi:
500 g apel, kupas, potong dadu
2 butir cengkih
1/2 sdt kayumanis bubuk
75 g gula palem
1 sdt tepung terigu
2 sdt air jeruk lemon
50 g kismis
2 sdm margarin

Bahan olesan:
1 kuning telur

Cara membuat:
1. Isi: Panaskan margarin. Masukkan apel, cengkih, kayu manis bubuk, dan gula palem. Aduk-aduk hingga apel lunak. Tambahkan tepung terigu, aduk hingga mengental. Masukkan air jeruk lemon dan kismis, aduk rata. Angkat, sisihkan.
2. Campur tepung terigu, margarin, gula tepung, kuning telur, dan air es. Aduk hingga berbutir, bulatkan.
3. Bungkus dengan plastik, masukkan ke dalam lemari pendingin selama kurang lebih 30 menit.
4. Keluarkan dari lemari pendingin, tipiskan adonan kulit setebal 1/2 cm.
5. Letakkan di dasar loyang pai diameter 22 cm tinggi 3 cm.
6. Masukkan kembali ke dalam lemari pendingin selama kurang lebih 20 menit.
7. Keluarkan dari lemari pendingin, beri isi.
8. Tipiskan lagi sisa adonan kulit, tangkupkan di atas isi, rekatkan sisinya dengan air. Ratakan.
9. Oles atasnya dengan kuning telur, lubangi sedikit bagian tengahnya.
10. Panggang dengan suhu 180 derajat Celcius selama kurang lebih 35 menit hingga matang.